Berjuang untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari, tak mampu berfungsi tanpa minum kopi pagi Anda, tengah hari mencari kudapan bergula dan minuman agar tetap dapat aktif sepanjang hari...terdengar lazim? Kita selalu sibuk, kita merupakan generasi yang melakukan semuanya – berkutat dengan pekerjaan, kehidupan di rumah, relasi, keluarga dan aktifitas sosial...maka tak heran jika kita merasa lelah! Tidur yang baik di malam hari bukanlah satu-satunya solusi untuk merasa lebih segar dan terjaga, namun apa yang kita makan juga merupakan bagian penting untuk memperkuat tubuh kita. Memilih makanan yang benar dapat menghasilkan dampak besar bagi kesehatan Anda secara keseluruhan namun memperhatikan diri sendiri merupakan prioritas terakhir dalam kesibukan sehari-hari. Mengudap makanan cepat seperti batangan coklat, minuman bersoda dan kafein untuk asupan yang memberikan dorongan alami adalah cara paling mudah untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan energi Anda dengan baik!
Pertanyaannya, apakah Anda yakin dengan asupan nutrisi dari makanan yang Anda makan selama ini? Atau bahkan Anda tidak peduli terhadap apa yang masuk ke dalam tubuh Anda dan keluarga? atau Anda sudah mulai peduli akan kesehatan dan lebih menjaga asupan harian Anda?
Kabar baiknya adalah, lebih dari 10 poin di atas yang berguna untuk tubuh bisa Anda dapatkan setiap hari dengan mengonsumsi Nutrisi Herbalife.
Salam sehat,
Neneng K. Sari
Pin BB : 764AEE48
Telp. / sms : 0857 10855580
email : [email protected]
Jakarta, Kompas - Kelebihan asupan kalori disimpan tubuh dalam bentuk lemak di bawah kulit dan di perut. Lemak di perut paling berbahaya karena menutup beberapa organ tubuh penting, seperti usus dan hati. Adapun lemak di bawah kulit mengurangi estetika.
”Kelebihan lemak di perut memicu produksi zat tertentu yang meningkatkan peradangan dalam tubuh. Dampak peradangan bertahap,” kata dosen luar biasa Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Samuel Oetoro, di Jakarta, Jumat (4/5).
Lemak di perut meningkatkan kadar kolesterol jahat, memicu penambahan lemak dalam aliran darah sehingga meningkatkan tekanan darah dan kadar gula. Ini akan memicu berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes, jantung, stroke, dan kanker.
Koordinator Pelayanan Masyarakat Departemen Ilmu Gizi FKUI Inge Permadhi mengatakan, lemak di perut tidak bisa dihilangkan dengan sedot lemak. Cara itu hanya mengurangi timbunan lemak di bawah kulit. Lemak di perut hanya dapat dihilangkan dengan meningkatkan metabolisme tubuh.
”Metabolisme tubuh hanya bisa ditingkatkan dengan aktivitas fisik,” katanya.
Timbunan lemak di perut menjadi salah satu penanda kelebihan berat badan. Jika lingkar pinggang pria lebih dari 94 sentimeter, ditandai ukuran nomor celana lebih dari 37, artinya ada timbunan lemak berlebih.
Pada perempuan, kelebihan lemak di perut ditandai dengan lingkar pinggang lebih dari 80 sentimeter (ukuran celana XL).
Obesitas kini menjadi persoalan global. Riset Kesehatan Dasar 2010 menyebut, prevalensi kelebihan berat badan pada penduduk di atas 18 tahun di Indonesia mencapai 21,7 persen. Jika jumlah penduduk Indonesia 240 juta jiwa, prevalensi itu sama dengan 52 juta orang atau setara dengan jumlah gabungan penduduk Malaysia dan Australia.